awal mula istilah islam nusantara memang bukan berasal dari perkataan ulama tapi dari wapres dan presiden jokowi. jadi wajar kalau berasal dari kalangan bukan ahli agama tentu akan menimbulkan banyak pertanyaan dan kontroversi. istilah tersebut terucap setelah melihat fenomena ISIS yg menimbulkan fitnah(ujian) bagi umat islam dan dunia. mereka begitu bengis radikal dan menyimpang sedangkan islam di indonesia walau jauh dari tanah kelahirannya bisa dikatakan relatif damai atau bisa merohmati bangsa ini .para petinggi NU merespon positif istilah tersebut dan memahami bahwa adalah benar bahwa islam indonesia lebih menjadi damai karena adanya paham aswaja(ahlusunnah wal jama'ah) yang menjadi paham mayoritas di indonesia dan asia tenggara bahkan dunia. kemudian ditinjak lanjuti dengan membuat acara seminar yang bertema islam nusantara serta membahasnya , menyatukan pendapat , arah tujuan dan melihat situasi kondisi islam ahlusunnah wal jamaah dan indonesia yang juga terancam oleh paham wahabi dan memang sebelumnya ketua PBNU juga menyatakan 'DARURAT WAHABI" sebagai ancaman bagi ajaran islam dan NKRI. setelah dilontarnya istilah islam nusantara oleh pihak kepresidenan ternyata terjadi kesalapahaman dan di respon sebagian habib dan sebagian ustad aswaja sebagai bagian istilah bid'ah dholalah yang dikhawatirkan merubah syariat dan pengkotakan umat islam. namun setelah diadakan seminar membahas islam nusantara dan pernyataan dari petinggi NU tentang islam nusantara , akhirnya kesalapaham itu semakin cair namun di arus bawah kalangan umat islam masih banyak yang belum memahami istilah tersebut yang apalagi terhasut oleh oknum wahabi di media sosial yang memfitnahmya bagian dari JIL, komunis liberal. namun alhamdulillah seminar membahas tentang islam nusantara bisa mencairkan hubungan antara pemerintah dan para habaib serta kelompok lainnya bahkan peristiwa ini menambah hikmah baru antara politik pemerintahan dan pengikut aswaja(ahlusunnah wal jama'ah) sebagai penegak ajaran Rosulullah sekaligus menjaga NKRI. dan hanya aswaja lah yang benar benar rohmat sekalian alam dan dari seminar itu pihak NU sebagai ormas islam terbesar didunia berkeinginan memberikan teladan bagi seluruh negeri muslim untuk mempertahankan mengibarkan bendera islam aswaja(ahlusunnah waljama'ah) sebagai romatan lil alamin sekaligus menjaga keutuhan dan benteng setiap negeri muslim masing masing
dari semua ancaman dari luar maupun dalam islam sendiri
foto;Seminar Internasional “NU dan Islam Nusantara” yang digelar dalam rangkaian pelaksanaan Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama di kompleks kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) di Surabaya, Rabu (1/7/2015) sebagaimana dilansir kompas.com.
dari semua ancaman dari luar maupun dalam islam sendiri
foto;Seminar Internasional “NU dan Islam Nusantara” yang digelar dalam rangkaian pelaksanaan Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama di kompleks kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) di Surabaya, Rabu (1/7/2015) sebagaimana dilansir kompas.com.