6 Januari 2016

SHOLAT JENAZAH SAMPAINYA DOA SYAFAAT PADA SIMAYIT

“Tidaklah seorang mayit dishalatkan oleh
sekelompok kaum muslimin yang mencapai
100 orang, lalu semuanya memberi syafa’at (mendoakan kebaikan untuknya), maka syafa’at (do’a mereka) akan dikabulkan.” (sahih HR. Muslim no.947)

“Anak ‘Abdullah bin ‘Abbas di Qudaid atau di
‘Usfan meninggal dunia. Ibnu ‘Abbas lantas
berkata, “Wahai Kuraib (bekas budak Ibnu
‘Abbas), lihat berapa banyak manusia yang
menyolati jenazahnya.” Kuraib berkata, “Aku
keluar, ternyata orang-orang sudah berkumpul dan aku mengabarkan pada mereka pertanyaan Ibnu ‘Abbas tadi. Lantas merekamenjawab, “Ada 40 orang”. Kuraib berkata, “Baik kalau begitu.” Ibnu ‘Abbas lantas berkata, “Keluarkan mayit tersebut. Karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia lantas dishalatkan (shalat jenazah) oleh 40 orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun melainkan Allah akan memperkenankan syafa’at (do’a) mereka untuknya.” (HR. Muslim no. 948)

"Barangsiapa shalat jenazah dan tidak ikut
mengiringi jenazahnya, maka baginya (pahala) satu qiroth. Jika ia sampai mengikuti jenazahnya, maka baginya (pahala) dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” “Ukuran paling kecil dari dua qiroth adalah semisal gunung Uhud”, jawab beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR.Muslim no. 945)
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

About

Delivered by FeedBurner