30 Januari 2016

KATAK BERTASBIH ? larangan membunuh atau haram mengkonsumsinya


Abdurrahman bin Utsman 
radhiyallahu 'anhu berkata: Seorang dokter bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang kodok yang dijadikan obat, makaRasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang membunuhnya.

Hadits ini di-sahih-kan oleh Imam Al-Hakim (405H),

Rasulullah 
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Janganlah kalian membunuh kodok karena sesungguhnya ia diantara makhluk Allah yang paling banyak berzikir”. 
Imam Bukhariy (256H), Abu Dawud, Abu Haatim (277H), At-Tirmidziy (279H), Ad-Daruquthniy (385H) rahimahumullah


Aisyah 
radhiyallahu 'anha berkata: Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda: “Dulunya kodok memadamkan api dari nabi Ibrahim (ketika dibakar), sedangkan cicak menghidupkannya padanya, maka dilarang membunuh ini (kodok) dan diperintahkan membunuh ini (cicak)”.

Pentahqiq musnad Ahmad cetakan Muassasah Ar-Risalah 41/81 menghukumi hadits ini sanadnya sahih sesuai dengan syarat Imam Bukhari dan Muslim.


Diriwayatkan oleh Abdurrazaaq dalam kitabnya “Al-Mushannaf” 4/446 no.8393:

قَالَ: أَخْبَرَنَا أَبُو سَعِيدٍ الشَّامِيُّ، عَنْ أَبَانَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَمِّنُوا الضُّفْدَعَ؛ فَإِنَّ صَوْتَهُ الَّذِي تَسْمَعُونَ تَسْبِيحٌ، وَتَقْدِيسٌ، وَتَكْبِيرٌ، إِنَّ الْبَهَائِمَ اسْتَأْذَنَتْ رَبَّهَا فِي أَنْ تُطْفِئَ النَّارَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ، فَأَذِنَ لِلضَّفَادِعِ فَتَرَاكَبَتْ عَلَيْهِ، فَأَبْدَلَهَا اللَّهُ بِحَرِّ النَّارِ الْمَاءَ»

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Berilah keamanan bagi kodok (jangan dibunuh), kaena sesungguhnya suaranya yang kalian dengan adalah tasbih, takqdis, dan takbir. Sesungguhnya hewan-hewan meminta izin kepada Rabb-nya untuk memadamkan api dari nabi Ibrahim, maka diizinkanlah bagi kodok. Kemudian api menimpanya maka Allah menggantikan untuknya panas api dengan air”.

Sanad hadits ini sahihAbu Sa’id Asy-Syaamiy Ibrahim bin Abi ‘Ablah (152H), danAbaan bin Shaalih keduanya tsiqah (periwayatan haditsnya sahih).

Dari Abud Darda’, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً فَتَدَاوَوْا وَلاَ تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ
Allah telah menurunkan penyakit dan juga obatnya. Allah menjadikan setiap penyakit ada obatnya. Maka berobatlah, namun jangan berobat dengan yang haram.” (HR. Abu Daud no. 3874 )

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

About

Delivered by FeedBurner