13 Desember 2015

MENGERASKAN BACAAN AL QUR'AN KETIKA SHOLAT BERJAMA'AH(Shalat Yang Jahriyah dan Shalat Yang Sirriyah)


Tidak ada perbedaan pendapat antara para imam madzhab mengenai shalat fardhu yang jahriyah dan yang siriyah. Shalat-shalat yang dikeraskan bacaannya
(jahriyah) pada shalat fardhu yaitu shalat subuh, maghrib dan isya.sedangkan shalat yang dipelankan bacaannya pada shalat fardhu adalah shalat dzuhur dan ashar termasuk shalat jum’at.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf berkata,
telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari ‘Umarah dari Abu Ma’mar berkata, “ Aku bertanya kepada Khabbab bin Al Arat, ‘Apakah Rasulullah s.a.w. membaca surah dalam shalat Zhuhur dan ‘Ashar? ‘ Dia menjawab, “Ya.” Kami tanyakan lagi, “Bagaimana kalian bisa mengetahui bacaan Beliau?” Dia menjawab, “Dari gerakan jenggot Beliau .” (H.R. Bukhari No. 719)
Pada hadits di atas dapat kita lihat bahwa dalam shalat dzuhur dan ashar, Rasululullah s.a.w. tidak mengeraskan bacaannya terbukti bahwa sahabat mengetahui beliau membaca sesuatu atau tidak dari
gerakan jenggot dan bukan dari suara beliau. Ini menunjukkan
shalat dzuhur dan ashar adalah sirriyah.
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan
Hisyam bin Ammar keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Az Zuhri dari Ubaidullah bin Abdullah dari Ibnu Abbas dari Ibunya -Abu Bakr bin Abu Syaibah mengatakan
bahwa ia adalah Lubabah-bahwasanya ia pernah
mendengar Rasulullah s.a.w. dalam shalat maghrib membaca
WAL MURSALAATI ‘URFA . ” (H.R.Ibnu Majah No. 823) Nashiruddin
Al-Albani menyatakan hadits ini shahih.
Pada hadits di atas, sahabat mengetahui surat yang dibaca
Rasulullah s.a.w pada saat shalat marghrib menunjukkan bahwa
shalat maghrib itu dikeraskan bacannya (jahriyah).
Telah menceritakan kepada kami Khallad bin Yahya berkata, telah
menceritakan kepada kami Mis’ar berkata, telah menceritakan kepada kami ‘Adi bin Tsabit bahwa dia mendengan Al Bara berkata, “Aku mendengar Nabi s.a.w. membaca ‘WAT TIINI WAZ ZAITUUN’ pada shalat ‘Isya. Dan belum pernah aku mendengar seseorang yang suaranya atau bacaan lebih baik dari beliau. ” (H.R. Bukhari No.727)
Pada hadits di atas, sahabat mengetahui surat yang dibaca
Rasulullah s.a.w pada saat shalat isya menunjukkan bahwa shalat isya itu dikeraskan bacannya (jahriyah).Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata,telah menceritakan kepada kami
Syarik dan Sufyan bin Uyainah dari Ziyad bin Ilaqah dari Qutaibah bin Malik ia mendengar Nabi s.a.w. dalam shalat subuh membaca;
” (dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang
yang bersusun-susun). ” (H.R.Ibnu Majah No. 808)
Telah mengabarkan kepada kami Abu Nu’aim telah menceritakan
kepada kami Al Mas’udi dari Al Walid bin Sari’ dari ‘Amru bin
Huraits, bahwa ia mendengar Rasulullah s.a.w. pada shalat
Subuh membaca: IDZASY SYAMSU KUWWIRAT kemudian setelah sampai pada ayat WALLAILI IDZAA ‘AS’AS (H.R. Darimi No.1266)
Pada hadits di atas, sahabat mengetahui surat yang dibaca
Rasulullah s.a.w pada saat shalat subuh menunjukkan bahwa shalat
subuh itu dikeraskan bacannya (jahriyah).
dari Ibnu ‘Abbas berkata, “ Nabi s.a.w. membaca (dengan suara dikeraskan) sesuai apa yang diperintahkan dan juga diam (tidak mengeraskan) sesuai apa yang diperintahkan ‘(Dan tidaklah Rabbmu lupa) ‘ (Q.S. Maryam: 64). ‘(Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu) ‘ (Q.S. Al-Ahzab: 21). (H.R. Bukhari No. 732) Maka yang terbaik adalah menerima apa-apa yang telah ditetapkan oleh Rasulullah s.a.w.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

About

Delivered by FeedBurner